Total Tayangan Halaman

Rabu, 19 Oktober 2016

Kewirausahaan dan Usaha Kecil





1.     Pengertian Usaha / Bisnis Kecil
Sejauh ini, kita sering menemui berbagai definisi/pembatasan mengenal usaha/bisnis kecil, jenis bisnis ini memang sangat sukar didefinisikan dan sangat relatif untuk ukuran masing-masing Negara. Pedagang minuman, tempat penyewaan video, restoran, adalah termasuk bentuk usaha kecil.  Di Negara kita, usaha kecil biasa disebut untuk perusahaan dengan jumlah tenaga kerja yang berkisar antara 50-99 orang. Namun untuk ukuran AS, The U.S Departement Of Commerce  mengkategorikan usaha kecil sebagai usaha dengan jumlah tenaga kerja sekitar 500 orang. Yang lebih mencengangkan lagi adalah criteria dari The U.S Small Business Administration (SBA)b^ Agen pemerintah lainnya yang menyatakan bahwa termasuk usaha kecil adalah perusahaan yang jumlah tenaga kerjanya tidak lebih dari 1.500norang. Bandingkan dengan criteria di Negara kita, jumlah pekerja 1.500 tidak lagi untuk small business tetapi untuk perusahaan yang tergolong sangat besar (very large business).
Mengingat adanya kesulitan mendefinisikan usaha kecil dengan angka-angka,, maka kita coba tarik pengertian secara umum saja.  Usaha kecil adalah suatu bentuk usaha yang tidak tergantung kepada pemilik dan manajemennya serta tidak menguasai/mendominasi pasar di mana ia berada. Usaha kecil tidak menjadi bagian dari bisnis lainnya, sehingga sebagai perusahaan kecil tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap pasar di mana dia berada. Computer Compaq, umpamanya pada awalnya adalah usaha kecil ketika berdiri pada tahun 1984, tetapi sekarang telah menjadi perusahaan besar yang menguasai pasaran computer. Dengan kata lain ia tidak bias dikategorikan sebagai usaha kecil lagi. Kisah teh botol sosro pada awalnya juga demikian. Awalnya ia hanya merupakan usaha rumah tangga yang dikerjakan oleh keluarga sosro seorang petani teh di sebuah deda di Jawa Timu. Namun karena kegigihannya memasarkan produk yang merupakan pelopor, jauh sebelum munculnya produk AMDK (air minum dalam kemasan ) asli Indonesia lainnya.
2.     Peran Usaha Kecil
Di berbagai Negara, usaha kecil ternyata memiliki kontribusi yang tidak kecil. Rata-rata perusahaan / bisnis di Amerika Serikat misalnya, menampung karyawan / pekerja tidak lebih dari 100 orang. Dan sebagian besar bekerja pada usaha yang berskala kecil.
Ada beberapa alas an mengapa usaha kecil mempunyaipengaruh besar terhadap perekonomian di Negara –negara maju seperti AS. Di antaranya adalah bahwa usaha kecil secara historis di kenal mampu menampung tenaga kerja, lebih inovatif dan memberikan kontribusi penting bagi perusahaan-perusahaan. Usaha kecil sering disebut sebagai “ katup pengaman “dalam masalah pengangguran, dan berperan besar sebagai pemasok-pengecer bagi operasi perusahaan besar.
1.      Pencipta Lapangan Pekerjaan
Lebih dari 20 tahun terakhir menunjukkan bahwa lapangan kerja baru itu datangnya bukan dari jenis usaha besar tetapi berasal dari jenis usaha kecil. Kecil, muda dan berteknologi tinggi akan menghasilkan pekerjaan baru lebih cepat dari pada perusahaan tua., dan besar.
2.     Inovatif
Beberapa perusahaan kecil di Amerika Serikat telah berhasil menemukan personal computer, pisau cukur steanlees steel, radio transistor dan mesin foto copi, mesin jet dan sebagainya.
3.     Sangat penting bagi perusahaan besar.
Selain kedua hal di atas. Pereokonomian Amerika serikat sangat tergantung kepada bisnis kecil, karena hampir seluruh produk yang dibuat oleh perusahaan manufaktur besar dikerjakan melalui bisnis kecil.
3.     Bentuk-bentuk Usaha Kecil
Paling tidak ada lima jenis usaha kecil yang bisa kita masuki, yakni bisnis jasa, eceran, bisnis distribusi, agribisnis, atau manufaktur.
1.       Bisnis Jasa dewasa ini merupakan yang terbesar dan cepat oertumbuhannya dalam dunia bisnis kecil. Jasa juga membawa keuntungan yang sangat besar bagi wirausaha kecil yang mampu berinovasi tinggi. Misalnya car rental, konsultan manajemen dll.
2.       Bisnis Eceran (retail Business)
Adalah bentuk  bisnis kecil yang ditekuni oleh wirausaha keci. Bisnis eceran adalah satu-satunya usaha yang menjual priduk manufaktur yang langsung kepada konsumen.
3,    Bisnis Distribusi (Wholesale Business)
        Sama seperti bisnis jasa dan eceran, wirausaha kecil sudah mulai mendominasi seluruh penjualan dalam jumlah besar. Bisnis ini adalah satu-satunya bisnis yang membeli barang dari pabrik atau produsen dan menjual kepada pedagang eceran.
4.       Agribisnis / Pertanian
Pertanian barangkali adalah bentuk bisnis kecil yang tertua. Pada awalnya hasil pertanian itu dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarg, namun lama kelamaan menjadi sebuah bisnis yang cukup besar karena adanya ketergantungan masyarakat satu sama lain. Contoh dari hal ini adalah sebagian petani membutuhkan tanah dan sebagian lagi membutuhkan alat-alat dan ada juga yang membutuhkan pekerja.
5.       Bisnis Manufaktur
Bisnis manufaktur merupakan suatu bisnis kecil yang memerlukan modal untuk investasi yang cukup besar dibandingkan dengan empat bisnis jenis bisnis lainnya. Karena memerlukan tenaga kerja, teknologi dan bahan mentah untuk mengoperasikannya. Contoh pabrik kendaraan bermotor dll.
4. Keberhasilan Dan Kegagalan Usaha Kecil
              Bill Gates, Henry Ford, Haji Mas Agung, Pak Sosro, Tirto Utomo atau Ducan syme pada awalnya adalah wirausaha kecil yang kemudian berhasil namun tidak sedikit wirausaha kecil mengalami kegagalan dalam usahanya. Adapun mengapa perusahaan itu dapat berkembang
1.       Hal-hal Yang Mempengaruhi Suatu Kegagalan Suatu Usaha Kecil
Paling ridak ada empat factor yang ikut mendorong gagalnya suatu usaha kecil 
1.       Banyak perusahaan kecil yang dikelola oleh manajer yang kurang mampu dan kurang berpengalaman dalam menjalankan tugasnya.
2.       Kurangnya dukungan dari pihak yang berhubungan
3.       Masih lemahnya sistem control/pengawasan, dimana sistem pengontrolan yang lemah cenderung akan menyebabkan kerugian dan penggunaan sumber-sumber daya yang berlebiham
4.       Masalah kurangnya modal untuk menjalankan usahanya.
2.       Hal-hal Yang Mendukung Keberhasilan Suatu Usaha Kecil
Di antara factor-faktor yang mendukung keberhasilan suatu bisnis kecil adalah :
1.        Biasanya wirausaha-wirausaha kecil adalah tipe orang-orang yang ulet dan pekerja keras , mereka punya tujuan dan dedikasi yang tinggi. Pemilik usaha kecil juga mempunyai komitmen untuk mencapai tujuan dan berprestasi bagi perkembangan perusahaan
2.       Dukungan factor eksternal berupa peningkatan permintaan akan barang dan jasa.

Selasa, 11 Oktober 2016

Kewirausahaan II

1. A. Pengertian Wiraswasta
       Istilah Wiraswasta sering dipakai tumpang tindih dengan istilah wirausaha. Di Dalam berbagai literature dapat dilihat bahwa pengertian wiraswasta sama dengan wirausaha, demikian pula penggunaan istilah wirausaha seperti sama dengan wiraswasta.
       Istilah wiraswastawan ada yang menghubungkannya dengan istilah saudagar. Walau pun sama artinya dalam bahasa sansekrta, tetapi maknanya berbeda. Wiraswasta terdiri atas 3 kata: wira, swa, dan sta, masing-masing berarti : wira adalah manusia unggul, teladan, berbudi luhur, berjiwa besar, berani, pahlawan/pendekar kemajuan, dan memiliki keagungan watak, : swa artinya sendiri; dan sta artinya berdiri.
       Sedangkan saudagar terdiri dari dua suku kata. Sau berarti seribu, dan dagar berarti akal. Jadi saudagar berarti seribu akal.(Taufik Rashid, 1981:4).
       Bertolak dari ungkapan etimologis di atas, maka wiraswasta berarti keberanian, keutamaan serta keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan permasalahan hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri (wasty soemanto, 1984: 43).
      B.PengertianWirausaha       Berikut ini digambarkan perkembangan teori dan definisi Wirausaha yang asal katanya adalah terjemahan dari entrepreneur. Istilah wirausaha ini berasal dari entrepreneur (bahasa Perancis) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Ingris dengan arti between taker atau go between.
       Pengertian wirausaha lebih lengkap dinyatakan oleh Joseph Schumpeter adalah orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi yang baru atau mengolah bahan baku baru. Dalam definisi ini ditekankan bahwa seorang wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut.
      C. Pengertian Kewirausahaan        Pengertian Kewirausahaan (entrepreneurship) sejauh ini masih banyak yang memperdebatkan. Tidak kurang dari 15 ahli kewirausahaan dari berbagai sekolah bisnis terkemuka telah berupaya mendefinisikannya. Namun demikian tetap saja masih banyak pertanyaan apakah kewirausahaan dan wirausaha, Perdebatan ini disatu sisi penting untuk mempercaya khasanah konsep/disiplin kewirausahaan. Oleh karena itu, janganlah kemudian melupakan kesempatan kita untuk menjadi seorang wirausaha (entrepereneur).
       Raymond W.Y Kao (1995) menyebut kewirausahaan sebagai suatu proses. Yakni proses penciptaan sesuatu yang baru (kreasi baru) dan membuat sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada (Inovasi), Tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat. Sedangkan wirausaha mengacu pada orang yang melaksanakan proses penciptaan kesejahteraan/kekayaan dan nilai tambah, melalui peneloran dan penetasan gagasan, memadukan sumber daya dan merealisasikan gagasan tersebut menjadi kenyataan. Dengan kata lain seorang wirausaha adalah orang yang mampu meretas gagasan menjadi realita.

2. Karakteristik Wirausahawan       Wirausahawan sukses di berbagai Negara pada umumnya memiliki karakteristik yang relatif      mirip diantara mereka. Willian D. Bygrave mengemukakan 20 karakteristik wirausahawan sebagai berikut :
1. Dreams (Mimpi)
Visi Masa depan serta kemampuan untuk mengimplementasikan mimpi tersebut.
2. Decisiveness (ketegasan)
Tidak mengulur-ngulur waktu dalam mengambil keputusan, kecepatan dianggap sebagai kunci kesuksesan.
3. Doers (Pelaku)
Menentukan suatu tindakan dan melakukannya secara cepat dan tepat.
4. Determination (Ketetapan Hati)
Mengimplementasikan usaha dengan komitmen total, tidak menyerah saat mengalami kesulitan.
5. Dedication (Berdedikasi)
Memiliki dedikasi total terhadap usahanya. Bila dianggap perlu akan mengesampingkan hubungan dengan keluarga dan temannya. Kerja keras tidak kenal lelah.
6. Devotion (Kesetiaan)
Mencintai usaha mereka sehingga efektif dalam menjual produk bagi kemajuan usahanya.
7. Details (Terperinci)
Bersifat kritis dan melakukan perincian dalam berbagai hal yang menyangkut usahanya.
8. Destiny (Nasib)
Bertanggung jawab atas nasib dirinya dan tidak tergantung pada orang lain.
9. Dollars (Uang)
Menjadikan uang sebagai salah satu ukuran kesuksesan. Jika sukses akan mendapatkan uang banyak.
10. Distribute (Distribusi)
Mendistribusikan atau mendelegasikan sebagian dari tugas, wewenang dan tanggung jawab kepada orang lain.
      Sementara itu Angelita S. Bajaro mengungkapkan bahwa para wirausahawan sukses umumnya memiliki karakter sebagai berikut :
1. Berani menanggung risiko yang dipertimbangkan
2. Mencurahkan segenap perhatian dalam pencapaian tujuan
3. Gigih dan bekerja keras
4. Bersemangat
5. Mampu memanfaatkan umpan balik
6. Bertanggung Jawab
7. Percaya diri
8. Berpengalaman
9. Mampu meyakinkan orang lain
10. Memiliki kemampuan manejerial
11. Inovatif
12. Berorientasi pada tujuan.

3. Berbagai Macam Tipe Wirausaha
          Dari pengamatan perilaku wirausaha dapat ditemukan tiga tipe wirausaha, yaitu :
1. Wirausaha yang memiliki inisiatif
2. Wirausaha yang mengorganisir mekanis social dan ekonomi untuk menghasilkan sesuatu.
3. Yang menerima risiko atau kegagalan.
4. Berbagai Macam Profil Wirausaha
       Jika diperhatikan entrepreneur yang ada di masyarakat sekarang terutama terutama di Negara Amerika, maka dijumpai berbagai macam profil. (Zimmerer^ Scarborough, 1996 :9)
1. Women Entrepreneur
           Banyak wanita yang terjun ke dalam bidang bisnis. Alasan mereka menekuni bidang bisnis itu didorong oleh factor-faktor antara lain ingin memperlihatkan kemampuan prestasinya, membantu ekonomi rumah tangga, frustasi terhadap pekerjaan sebelumnya dan sebagainya.
2. Minority Entrepreneur
         Kaum minoritas terutama di Negara kita Indonesia kurang memiliki kesempatan kerja di lapangan pemerintahan sebagimana layaknya warga Negara pada umumnya. Oleh sebab itu mereka berusaha menekuni kegiatan bisnis dalam kehidupan sehari-hari. Demikian para perantau dri daerah tertentu yang menjadi kelompok minoritas pada suatu daerah, mereka juga bergiat mengembangkan bisnis. Kegiatan bisnis ini makin lama makin maju, dan mereka membentuk organisasi minoritas di kota-kota tertentu.
3. Immigrant Entrepreneurs
         Kaum pendatang yang memasuki suatu daerah biasanya sulit untuk memperoleh pekerjaan formal. Oleh sebab itu, mereka lebih leluasa terjun dalam pekerjaan yang bersifat non formal yang dimulai dari berdagang kecil-kecilan sampai berkembang menjadi perdagangan tingkat menengah.
4. Part Time Entrepreneurs
         Memulai bisnis dalam mengisi waktu lowong atau part time merupakan pintu gerbang untuk berkembang menjadi usaha besar. Bekerja part time tidak mengorbankan pekerjaan dibidang lain misalnya seorang pegawai pada sebuah kantor mencoba mengembangkan hobinya untuk berdagang atau mengembangkan suatu hobi yang menarik. Hobi ini akhirnya mendatangkan keuntungan yang lumayan. Ada kalanya orang ini beralih profesi, dan berhenti menjadi pegawai dan beralih ke bisnis yang merupakan hobinya.
5. Home-Based Entrepreneurs
         Ada pula ibu-ibu rumah tangga yang memulai kegiatan bisnisnya dari rumah tangga, misalnya ibu-ibu yang pandai membuat kue dan aneka masakan, mengirim kue-kue ke took eceran di sekitar tempatnya. Akhirnya usaha makin lama makin maju. Usaha catering banyak dimulai dari rumah tangga yang biasa masak. Kemudian usaha catering ini berkembang melayani pesanan untuk pesta.
6. Family-Owned Business
        Sebuah keluarga dapat membuka berbagai jenis dan cabang usaha. Mungkin saja usaha keluarga ini dimulai lebih dulu oleh bapak setelah usaha bapak maju dibuka cabang baru dan dan dikelola oleh ibu. Kedua perusahaan ini maju dan membuka beberapa cabang lain mungkin jenis usahanya berbeda atau lokasinya berbeda.
7. Copreneurs
        Copreneurs dibuat dengan cara menciptakan pembagian pekerjaan yang didasarkan atas keahlian masing-masing orang. Orang yang ahli dibidang ini diangkat menjadi penanggung jawab divisi-divisi tertentu dari bisnis yang sudah ada.

5. Keuntungan dan Kerugian Wirausahawan    
          Apapun yang menjadi pilihan profesi seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya akan dihadapkan dengan dua sisi yang saling bertentangan berupa keuntungan dan kerugian masing-masing.
1. Keuntungan Menjadi Wirausahawan
a. Keuntungan usaha menjadi milik sendiri
b. Memperoleh status dan kepuasan
c. Tidak diperintah orang lain
d. Berhak mengambil keputusan
e. Dapat memilih jenis usaha sendiri
f. Mempunyai kesempatan berjiwa social

2. Kerugian Menjadi Wirausahawan
a. Jam kerja panjang dan tidak pasti
b. Pendapatan tidak stabil
c. Menanggung risiko
d. Belajar tak ada akhir
e. Sering terlibat masalah keuangan

6. Menumbuhkembangkan Kewirausahaan
         Membumikan jiwa kewirausahaan di Indonesia merupakan tugas dan tanggung jawab dari pihak. Pemerintah, pengusaha, akedemisi, cendekiawan, dan semua unsure masyarakat harus bahu-membahu guna terwujudnya pemanfaatan secara optimal kekuatan dan kemampuan yang ada pada diri sendiri. Hal tersebut tentunya tanpa mengabaikan untuk memanfaatkan setiap peluang yang muncul dari sumber eksteren.
        Terdapat beberapa cara yang dapat ditempuh untuk menumbuhkembangkan kewirausahaan. Cara-cara yang sebaiknya dapat ditempuh antara lain:
1. Kewirausahaan dijadikan sebagai pelajaran atau mata kuliah wajib
2. Mengubah paradigm lama di masyarakat tentang wirausaha
3. Pemerintah sudah selayaknya untuk memberikan penghargaan kepada wirausahawan
4. Meningkatkan nilai tambah atas kekayaan alam Indonesia
5. Melakukan pemerataan pembangunan secara nyata
6. Adanya jaminan perlindungan atas usaha dan karya cipta

7. Etika Wirausaha
            Suatu kegiatan haruslah dilakukan dengan etika atau norma-norma yang berlaku di masyarakat bisnis. Etika atau norma-norma digunakan agar para pengusaha tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan dan usaha yang dijalankan memperoleh simpati dari berbagai pihak. Pada akhirnya, etika tersebut ikut membentuk pengusaha yang bersih dan dapat memajukan serta membesarkan usaha yang dijalankan dalam waktu yang relatif lebih lama.
            Dengan melaksanakan etika yang benar, akan terjadi keseimbangan hubungan antara pengusaha dengan masyarakat, pelanggan, pemerintah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Masing-masing pihak akan merasa di hargai dan dihormati. Kemudian akan ada rasa saling membutuhkan diantara mereka yang pada akhirnya menumbuhkan rasa saling percaya sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang seperti yang diinginkan.
            Pengertian etika adalah tata cara berhubungan dengan manusia lainnya. Tata cara pada masing-masing masyarakat tidaklah sama atau beragam bentuk. Hal ini disebabkan beragamnya budaya kehidupan masyarakat yang berasal dari berbagai wilayah. Tata cara ini diperlukan dalam berbagai sendi kehidupan manusia agar terbina hubungan yang harmonis, saling menghargai satu sama lainnya.
            Oleh karena itu, dalam usaha berusaha perlu ada ketentuan yang mengaturnya. Ada pun ketentuan yang diatur dalam etika wirausaha secara umum adalah sebagai berikut :
1. Sikap dan perilaku seorang pengusaha harus mengikuti norma yang berlaku dalam suatu Negara atau masyarakat.
2. Penampilan yang ditunjukkan seorang pengusaha harus selalu apik, sopan, terutama dalam menghadapi situasi atau acara-acara tertentu.
3. Cara berpakaian pengusaha juga harus sopan dan sesuai dengan tempat dan waktu yang berlaku.
4. Cara berbicara seorang pengusaha juga mencerminkan usahanya, sopan, penuh tata karma, tidak menyinggung atau mencela orang lain.
5. Gerak-gerik seorang pengusaha juga dapat menyenangkan orang lain, hindarkan gerak-gerik yang dapat mencurigakan.
          Kemudian, etika atau norma yang harus ada dalam benak dan jiwa setiap pengusaha adalah sebagai berikut :
1. Kejujuran
2. Bertanggung jawab
3. Menepati janji
4. Disiplin
5. Taat hukum
6. Suka membantu
7. Komitmen dan Menghormati
8. Mengejar prestasi

8. Tujuan Dan Manfaat Etika Wirausaha
            Etika yang diberlakukan oleh pengusaha terhadap terhadap berbagai pihak memiliki tujuan-tujuan tertentu. Tujuan etika tersebut harus sejalan dengan tujuan-tujuan perusahaan. Di samping memiliki tujuan, etika juga sangat bermanfaat bagi perusahaan apabila dilakukan secara sungguh-sungguh.
            Berikut ini beberapa tujuan etika yang selalu ingin dicapai oleh perusahaan.
1. Untuk persahabatan dan pergaulan
2.Menyenangkan orang lain
3.Membujuk pelanggan
4.Mempertahankan pelanggan
5.Membina dan menjaga hubungan

9. Sikap Dan perilaku Wirausahaan
                  Sikap dan perilaku pengusaha dan seluruh karyawannya merupakan bagian penting dalam etika wirausaha. Oleh karena itu, dalam praktiknya sikap dan perilaku yang harus ditunjukkan oleh pengusaha dan seluruh karyawan, terutama karyawan di customer service, sales, teller, dan satpam harus sesuai dengan etika yang berlaku. Sikap dan tingkah laku menunjukkan kepribadian karyawan suatu perusahaan. Sikap dan perilaku ini harus diberikan sama mutunya kepada seluruh pelanggan tanpa pandang bulu.
                  Adapun sikap dan perilaku yang harus dijalankan oleh pengusaha dan seluruh karyawan adalah sebagai berikut :
1. Jujur dalam bertindak dan bersikap
2. Rajin, tepat waktu, dan tidak pemalas
3. Selalu murah senyum
4. Lemah lembut dan ramah tamah
5. Sopan santun dan hormat
6. Selalu ceria dan pandai bergaul
7. Fleksibel dan suka menolong pelanggan
8. Serius dan memiliki rasa tanggung jawab
9. Rasa memiliki perusahaan yang tinggi.

10 . Sifat-sifat Yang Dimiliki wirausahaan
                 Seorang wirausahaan haruslah seorang yang mampu melihat ke depan. Melihat ke depan bukan melamun kosong, tetapi melihat, berfikir dengan penuh pertimbangan, perhitingan, mencari pilihan dari berbagai alternative masalah dan pemecahannya. Dari berbagai penelitian Di Amerika Serikat, untuk menjadi wirausahaan, seorang harus memiliki cirri-ciri sebagai berikut : (BN. Marbum, 1993:63).
1. Percaya Diri
2. Berorientasi Pada Tugas Dan Hasil
3. Pengambilan Resiko
4. Kepemimpinan
5. Keorisinilan
6. Berorientasi Ke Masa Depan

Senin, 26 September 2016

Kewirausahaan I

         1.  Menumbuhkan Minat Berwirausaha
Semakin maju suatu Negara semakin banyak orang  yang terdidik , dan banyak pula orang  yang menganggur, maka semakin dirasakan pentingnya dunia wirausaha. Pembangunan akan lebih berhasil jika ditunjang oleh wirausahawan yang dapat membuka lapangan kerja karena kemampuan pemerintah sangat terbatas . Pemerintah tidak mampu menggarap semua aspek pembangunan  karena sangat banyak membutuhkan anggaran belanja, personalia, dan pengawasan.
Oleh sebab itu wirausaha merupakan potensi pembangunan, baik dalam jumlah maupun dalam mutu wirausaha itu sendiri . Sekarang ini kita menghadapi kenyataan bahwa jumlah wirausahawan  Indonesia masih sedikit dan mutunya belum bisa dikatakan hebat, sehingga persoalan pembangunan wirausaha Indonesia merupakan persoalan mendesak bagi suksesnya pembangunan.
Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke empat di dunia, yaitu setelah China, India dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk Indonesia yang besar tersebut tidak diimbangi dengan jumlah wirausahawan. Menteri Koperasi dan UKM kabinet Indonesia bersatu jilid 2, Syarifuddin Hasan sat berkunjung ke Sulawesi Barat, menyampaikan bahwa jumlah penduduk Indonesia mencapai 238 juta jiwa, sedangkan jumlah wirausahawan hanya mencapai 0,24% saja dari jumlah penduduk tersebut, jika kita bandingkan dengan jumlah wirausahawan Amerika Serikat mencapai sekitar 11% dari jumlah penduduknya. Jumlah wirausahawan di Singapura 7%, dan Malaysia  mencapai 5% . Maka dapat dipastikan bahwa  untuk memperkuat perekonomian nasion al Indonesia masih diperlukan bermunculnya para wirausahawan muda (Kompas, 21-09-2011)
Motivasi sebagian besar penduduk Indonesia untuk berwirausaha relative rendah. Memiliki profesi menjadi seorang wirausahawan pada umumnya merupakan satu “pilihan akhir” yang sifatnya hanya “sementara”. Dikatakan pilihan akhir karena sebelum mengambil keputusan untuk berwirausaha, mereka telah menemukan berbagai kesulitan pada pilihan lainnya. Dikatakan sementara karena mereka akan meninggalkan aktivitas usahanya pada saat mendapatken pekerjaan lain yang dianggapnya layak. 
Kesulitan yang dihadapi sebelum mengambil keputusan berwirausaha, antara lain :
1.     Kesulitan dan kegagalan dalam mendapatkan pekerjaan
2.     Kesulitan untuk melanjutkan pendidikan
3.     Kontrak kerja tidak diperpanjang
4.     Wirausaha sebagai batu loncatan
5.     Tekanan dari orang tua.
Jika kita perhatikan manfaat adanya wirausaha banyak sekali, lebih rinci manfaatnya antara lain 
1.       Menambah daya tamping tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran.
2.       Sebagai Generator Pembangunan lingkungan, bidang produksi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, kesehjateraan, dsb.
3.       Menjadi contoh bagi anggota masyarakat  lain, sebagai  pribadi unggul yang dapat dicontoh, diteladani, karena seorang wirausaha itu adalah ptang terpuji, jujur, berani, hidup tidak merugikan orang lain .
4.       Selalu menghormati hukum dan peraturan yang berlaku , berusaha selalu menjaga dan membangun lingkungan.
5.       Berusaha memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan social, sesuai dengan kemampuannya.
6.    Berusaha memdidik karyawannya menjadi orang mandiri, disiplin , jujur, tekun dalam menghadapi pekerjaan.
7.   Memberi contoh bagaimana kita harus bekerja keras, tetapi tidak melupakan perintah-perintah agama, dekat kepada Allah SWT.
8.       Hidup secara efisien, tidak berfoya-foya dan tidak boros.
9.   Memelihara keserasian lingkungan, baik dalam pergaulan mau pun kebersihan lingkungan.
       Melihat banyaknya manfaat wirausaha di atas, maka ada 2 hal dharma bhakti wirausaha terhadap pembangunan bangsa, yaitu :
1.  Sebagai pengusaha, memberikan dharma baktinya melancarkan proses produksi, distribusi, dan konsumsi. Wirausaha mengatasi kesulitan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat.
2.    Sebagai pejuang bangsa dalam bidang ekonomi, meningkatkan ketahanan nasional, mengurangi ketergantungan pada orang lain
Demikian besar dharma bakti yang dapat disumbangkan oleh wirausaha terhadap pembangunan bangsa, namun masih banyak saja orang kurang berminat menekuni profesi  tersebut. Penyebab dari kurangnya minat ini mempunyai latar belakang pandangan negative dalam masyarakat terhadap profesi wirausaha. Wirausaha ini kegiatannya banyak bergerak dalam bidang bisnis termasuk kegiatan perdagangan.
 Oleh sebab itu marilah kita lihat bagaimana pandangan masyarakat kita terhadap profesi, lapangan kerja dalam sector ini, yakni sector wirausaha, bisnis dan perdagangan.
Banyak factor psikologis yang membentuk sifat negatif masyarakat sehingga mereka kurang berminat terhadap profesi wirausaha, antara lain : sifat agresif, ekspansif, bersaing, egois , tidak jujur, kikir sumber penghasilan tidak stabil, kurang terhormat, pekerjaan rendah dsb. Pandangan seperti ini dianut oleh sabagain besar penduduk, sehingga mereka tidak tertarik.
Landasan Filosifis inilah yang menyebabkan rakyat Indonesia tidak termotivasi terjun ke dunia bisnis. Kita tertinggal jauh dari Negara tetangga, yang seakan-akan memiliki spesialisasi dalam bidang profesi bisnis. Mereka dapat mengembangkan bisnis besar-besaran mulai dari industry hulu sampai dengan industry hilir, meliputi usaha jasa, perbankan, perdagangan besar (grosir), perdagangan eceran besar (department Store, swalayan), eceran kecil (retail), eksportir, importer, dan berbagai bentuk usaha lainnya dalam berbagai jenis  komoditi.

2.   Mengubah Pola Pikir
Kita perlu prihatin terhadap rendahnya minat wirausaha dikalangan masyarakat, khususnya mahasiswa dan pemuda,  namun kita tidak perlu menyalahkan siapa pun yang jelas kesalahan ada pada kita semua. Sekarang inilah kesempatan kita untuk mendorong masyarakat khususnya para pelajar dan mahasiswa untuk mulai mengenali dan membuka usaha atau berwirausaha. Pola pikir dan lingkungan yang selalu berprientasi untuk menjadi karyawan mulai kita putar balik menjadi berorientasi untuk mencari karyawan (pengusaha).
Untuk itu, perlu diciptakan suatu iklim yang dapat mengubah pola pikir baik mental mau pun motivasi orang tua, dosen, dan mahasiswa agar kelak anak-anak mereka dibiasakan untuk mnciptakan lapangan pekerjaan ketimbang mencari pekerjaan.  Perubahan ini tidak dapat dilakukan secara cepat, tetapi harus dilakukan secara bertahap,
               Pertama, misalnya dengan mendirikan sekolah yang berwawasan wirausaha (entrepreneur)  atau paling tidak menerapkan mata kuliah kewirausahaan seperti yang sekarang ini sedang digalakkan di berbagai perguruan tinggi. Dengan Demikian, hal itu sedikit banyak akan mengubah dan menciptakan pola pikir (mental dan motivasi) mahasiswa dan orang tua.
                    Kedua, di dalam pendidikan kewirausahaan perlu ditekankan keberanian untuk memulai berwirausaha. Biasanya kendala kita untuk memulai suatu usaha adalah rasa takut akan rugi atau bangkrut, namun sebagian orang yang sudah memiliki jiwa wirausaha merasa bingung dari mana harus memulai suatu usaha.
                    Ketiga, Tidak sedikit yang merasa bahwa berwirausaha sama dengan tidak memiki masa depan yang pasti. Sementara itu dengan bekerja diperusahaan, mereka yakin bahwa masa depan sudah pasti, apalagi sebagai pegawai negeri, dengan berwirausaha justru masa depan ada ditangan kita, bukan ditangan orang lain. Baik buruknya masa depan, kitalah yang menentukan sehingga motivasi untuk berkembang terbuka lebar.
                    Dorongan berbentuk motivasi yang kuat untuk maju dari pihak keluarga merupakan modal awal untuk menjadi wirausaha. Dengan didukung pihak keluarga mereke memiliki mental dan motivasi sebagai factor pendorong utama. Keluarga dapat merangsang para mahasiwa dengan memberikan gambaran nyata betapa nikmatnya memiliki usaha sendiri (pengusaha).
                    Memang mengubah pola pikir seseorang untuk  memulai suatu usaha bukan pekerjaan mudah. Banyak kendala yang menghadang mulai dari mental takut rugi, motivasi, bakat, soal keluarga, dana, pengalaman sebelumnya, sampai kemampuan mengelola . Namun, paling tidak mental yang dimiliki merupakan modal yang sangat besar untuk memulai suatu usaha.                      
                    Sekarang ini, banyak anak muda mulai tertarik dan melirik profesi bisnis yang cukup menjanjikan masa depan cerah.  Kaum remaja zaman sekarang , dengan latar belakang profesi orang tua yang beraneka ragam mulai mengarahkan pandangannya ke pekerjaan bidang bisnis.
              Keuntungan Dan Kelemahan Menjadi Wirausaha
               Keuntungan menjadi Wirausaha adalah :
1.       Terbuka peluang untuk mencapai tujuan yang dikehendaki sendiri
2.       Terbuka peluang untuk mendemonstrasikan kemampuan serta potensi seseorang secara penuh.
3.       Terbuka peluang untuk memperoleh manfaat dan keuntungan secara maksimal.
4.       Terbuka peluang untuk membantu masyarakat dengan usaha-usaha konkrit.
5.       Terbuka kesempatan untuk menjadi bos.
               Kelemahannya Menjadi Wirausaha adalah :
1.       Memperoleh pendapatan yang tidak pasti, dan memikul berbagai resiko. Jika resiko ini telah diantisipasi secara baik, maka berarti wirausaha telah menggeser resiko tersebut.
2.       Bekerja keras dan waktu/jam kerjanya panjang.
3.       Kualitas kehidupannya masih rendah sampai usahanya berhasil, sebab dia harus berhemat.
4.       Tanggung Jawabnya sangat besar, banyak keputusan yag harus dia buat walau pun dia kurang menguasai permasalahan yang dihadapinya.
      
       3. Jurus Awal Menjadi Pengusaha
Sulitnya memutuskan untuk memulai berwirausaha hamper melanda seluruh lapisan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat menengah ke bawah. Banyak factor penyebab seperti yang telah dikemukakan di atas yang mengakibatkan mereka belum berani memulai suatu kegiatan yang disebut wirausaha.
     Agar langkah kita untuk berwirausaha menjadi mudah dan terang, kita perlu melakukannya dengan langkah-langkah yang mudah. Langkah-langkah ini kita artikan sebagai jurus yang akan membimbing dan mengarahkan kita sebelum memulai usaha . Berikut ada beberapa j urus awal yang harus segera dilakukan jika mau berwirausaha, yaitu :
1.       Berani memulaia
2.       Berani menanggung resiko
3.       Penuh perhitingan
4.       Memiliki rencana yang jelas
5.       Tidak cepatb puas dan putus asa
6.       Optimistis dan penuh keyakinan
7.       Memiliki tanggung  jawab
8.       Memiliki etika dan moral
9.       Dan lainnya.

4. Kebutuhan Akan Wirausaha
Suatu pernyataan yang bersumber dari PBB menyatakanb ahwa suatu Negara akan mampu membangun apabila memiliki wirausahawan sebanyak 2% dari jumlah penduduknya. Jadi, jika Negara kita berjumlah 200 juta jiwa, maka wirausahawannya harus lebih kurang sebanyak 4 juta. 
Wirausahawan adalah seorang  innovator, sebagai individu yang mempunyai naluri untuk melihat peluang-peluang, mempunyai semangat. Kemampuan dan pikiran untuk menaklukkan cara berpikir lamban dan malas. Seorang wirausahawan mempunyai peran untuk mencari kombinasi-kombinasi baru, yang merupakan gabungan dari 5 hal yaitu :
1.       Pengenalan barang dan jasa baru
2.       Metode produksi baru
3.       Sumber bahan mentah baru
4.       Pasar-pasar baru dan
5.       Organisasi industri baru

5. Latar Belakang Wirausaha
1.         Lingkungan Keluarga semasa kecil
2.         Pendidikan
3.         Nilai-nilai
4.         Usia
5.         Riwayat Pendidikan

Jumat, 05 Juni 2015

Kue Kukis Paket Lebaran

Kue kukis paket lebaran, yang berminat silahkan hubungi Sriade Maryati HP. 081584449100. Untuk daerah Kerawang bisa diantar.