Total Tayangan Laman

Selasa, 11 Oktober 2016

Kewirausahaan II

1. A. Pengertian Wiraswasta
       Istilah Wiraswasta sering dipakai tumpang tindih dengan istilah wirausaha. Di Dalam berbagai literature dapat dilihat bahwa pengertian wiraswasta sama dengan wirausaha, demikian pula penggunaan istilah wirausaha seperti sama dengan wiraswasta.
       Istilah wiraswastawan ada yang menghubungkannya dengan istilah saudagar. Walau pun sama artinya dalam bahasa sansekrta, tetapi maknanya berbeda. Wiraswasta terdiri atas 3 kata: wira, swa, dan sta, masing-masing berarti : wira adalah manusia unggul, teladan, berbudi luhur, berjiwa besar, berani, pahlawan/pendekar kemajuan, dan memiliki keagungan watak, : swa artinya sendiri; dan sta artinya berdiri.
       Sedangkan saudagar terdiri dari dua suku kata. Sau berarti seribu, dan dagar berarti akal. Jadi saudagar berarti seribu akal.(Taufik Rashid, 1981:4).
       Bertolak dari ungkapan etimologis di atas, maka wiraswasta berarti keberanian, keutamaan serta keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan permasalahan hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri (wasty soemanto, 1984: 43).
      B.PengertianWirausaha       Berikut ini digambarkan perkembangan teori dan definisi Wirausaha yang asal katanya adalah terjemahan dari entrepreneur. Istilah wirausaha ini berasal dari entrepreneur (bahasa Perancis) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Ingris dengan arti between taker atau go between.
       Pengertian wirausaha lebih lengkap dinyatakan oleh Joseph Schumpeter adalah orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi yang baru atau mengolah bahan baku baru. Dalam definisi ini ditekankan bahwa seorang wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut.
      C. Pengertian Kewirausahaan        Pengertian Kewirausahaan (entrepreneurship) sejauh ini masih banyak yang memperdebatkan. Tidak kurang dari 15 ahli kewirausahaan dari berbagai sekolah bisnis terkemuka telah berupaya mendefinisikannya. Namun demikian tetap saja masih banyak pertanyaan apakah kewirausahaan dan wirausaha, Perdebatan ini disatu sisi penting untuk mempercaya khasanah konsep/disiplin kewirausahaan. Oleh karena itu, janganlah kemudian melupakan kesempatan kita untuk menjadi seorang wirausaha (entrepereneur).
       Raymond W.Y Kao (1995) menyebut kewirausahaan sebagai suatu proses. Yakni proses penciptaan sesuatu yang baru (kreasi baru) dan membuat sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada (Inovasi), Tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat. Sedangkan wirausaha mengacu pada orang yang melaksanakan proses penciptaan kesejahteraan/kekayaan dan nilai tambah, melalui peneloran dan penetasan gagasan, memadukan sumber daya dan merealisasikan gagasan tersebut menjadi kenyataan. Dengan kata lain seorang wirausaha adalah orang yang mampu meretas gagasan menjadi realita.

2. Karakteristik Wirausahawan       Wirausahawan sukses di berbagai Negara pada umumnya memiliki karakteristik yang relatif      mirip diantara mereka. Willian D. Bygrave mengemukakan 20 karakteristik wirausahawan sebagai berikut :
1. Dreams (Mimpi)
Visi Masa depan serta kemampuan untuk mengimplementasikan mimpi tersebut.
2. Decisiveness (ketegasan)
Tidak mengulur-ngulur waktu dalam mengambil keputusan, kecepatan dianggap sebagai kunci kesuksesan.
3. Doers (Pelaku)
Menentukan suatu tindakan dan melakukannya secara cepat dan tepat.
4. Determination (Ketetapan Hati)
Mengimplementasikan usaha dengan komitmen total, tidak menyerah saat mengalami kesulitan.
5. Dedication (Berdedikasi)
Memiliki dedikasi total terhadap usahanya. Bila dianggap perlu akan mengesampingkan hubungan dengan keluarga dan temannya. Kerja keras tidak kenal lelah.
6. Devotion (Kesetiaan)
Mencintai usaha mereka sehingga efektif dalam menjual produk bagi kemajuan usahanya.
7. Details (Terperinci)
Bersifat kritis dan melakukan perincian dalam berbagai hal yang menyangkut usahanya.
8. Destiny (Nasib)
Bertanggung jawab atas nasib dirinya dan tidak tergantung pada orang lain.
9. Dollars (Uang)
Menjadikan uang sebagai salah satu ukuran kesuksesan. Jika sukses akan mendapatkan uang banyak.
10. Distribute (Distribusi)
Mendistribusikan atau mendelegasikan sebagian dari tugas, wewenang dan tanggung jawab kepada orang lain.
      Sementara itu Angelita S. Bajaro mengungkapkan bahwa para wirausahawan sukses umumnya memiliki karakter sebagai berikut :
1. Berani menanggung risiko yang dipertimbangkan
2. Mencurahkan segenap perhatian dalam pencapaian tujuan
3. Gigih dan bekerja keras
4. Bersemangat
5. Mampu memanfaatkan umpan balik
6. Bertanggung Jawab
7. Percaya diri
8. Berpengalaman
9. Mampu meyakinkan orang lain
10. Memiliki kemampuan manejerial
11. Inovatif
12. Berorientasi pada tujuan.

3. Berbagai Macam Tipe Wirausaha
          Dari pengamatan perilaku wirausaha dapat ditemukan tiga tipe wirausaha, yaitu :
1. Wirausaha yang memiliki inisiatif
2. Wirausaha yang mengorganisir mekanis social dan ekonomi untuk menghasilkan sesuatu.
3. Yang menerima risiko atau kegagalan.
4. Berbagai Macam Profil Wirausaha
       Jika diperhatikan entrepreneur yang ada di masyarakat sekarang terutama terutama di Negara Amerika, maka dijumpai berbagai macam profil. (Zimmerer^ Scarborough, 1996 :9)
1. Women Entrepreneur
           Banyak wanita yang terjun ke dalam bidang bisnis. Alasan mereka menekuni bidang bisnis itu didorong oleh factor-faktor antara lain ingin memperlihatkan kemampuan prestasinya, membantu ekonomi rumah tangga, frustasi terhadap pekerjaan sebelumnya dan sebagainya.
2. Minority Entrepreneur
         Kaum minoritas terutama di Negara kita Indonesia kurang memiliki kesempatan kerja di lapangan pemerintahan sebagimana layaknya warga Negara pada umumnya. Oleh sebab itu mereka berusaha menekuni kegiatan bisnis dalam kehidupan sehari-hari. Demikian para perantau dri daerah tertentu yang menjadi kelompok minoritas pada suatu daerah, mereka juga bergiat mengembangkan bisnis. Kegiatan bisnis ini makin lama makin maju, dan mereka membentuk organisasi minoritas di kota-kota tertentu.
3. Immigrant Entrepreneurs
         Kaum pendatang yang memasuki suatu daerah biasanya sulit untuk memperoleh pekerjaan formal. Oleh sebab itu, mereka lebih leluasa terjun dalam pekerjaan yang bersifat non formal yang dimulai dari berdagang kecil-kecilan sampai berkembang menjadi perdagangan tingkat menengah.
4. Part Time Entrepreneurs
         Memulai bisnis dalam mengisi waktu lowong atau part time merupakan pintu gerbang untuk berkembang menjadi usaha besar. Bekerja part time tidak mengorbankan pekerjaan dibidang lain misalnya seorang pegawai pada sebuah kantor mencoba mengembangkan hobinya untuk berdagang atau mengembangkan suatu hobi yang menarik. Hobi ini akhirnya mendatangkan keuntungan yang lumayan. Ada kalanya orang ini beralih profesi, dan berhenti menjadi pegawai dan beralih ke bisnis yang merupakan hobinya.
5. Home-Based Entrepreneurs
         Ada pula ibu-ibu rumah tangga yang memulai kegiatan bisnisnya dari rumah tangga, misalnya ibu-ibu yang pandai membuat kue dan aneka masakan, mengirim kue-kue ke took eceran di sekitar tempatnya. Akhirnya usaha makin lama makin maju. Usaha catering banyak dimulai dari rumah tangga yang biasa masak. Kemudian usaha catering ini berkembang melayani pesanan untuk pesta.
6. Family-Owned Business
        Sebuah keluarga dapat membuka berbagai jenis dan cabang usaha. Mungkin saja usaha keluarga ini dimulai lebih dulu oleh bapak setelah usaha bapak maju dibuka cabang baru dan dan dikelola oleh ibu. Kedua perusahaan ini maju dan membuka beberapa cabang lain mungkin jenis usahanya berbeda atau lokasinya berbeda.
7. Copreneurs
        Copreneurs dibuat dengan cara menciptakan pembagian pekerjaan yang didasarkan atas keahlian masing-masing orang. Orang yang ahli dibidang ini diangkat menjadi penanggung jawab divisi-divisi tertentu dari bisnis yang sudah ada.

5. Keuntungan dan Kerugian Wirausahawan    
          Apapun yang menjadi pilihan profesi seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya akan dihadapkan dengan dua sisi yang saling bertentangan berupa keuntungan dan kerugian masing-masing.
1. Keuntungan Menjadi Wirausahawan
a. Keuntungan usaha menjadi milik sendiri
b. Memperoleh status dan kepuasan
c. Tidak diperintah orang lain
d. Berhak mengambil keputusan
e. Dapat memilih jenis usaha sendiri
f. Mempunyai kesempatan berjiwa social

2. Kerugian Menjadi Wirausahawan
a. Jam kerja panjang dan tidak pasti
b. Pendapatan tidak stabil
c. Menanggung risiko
d. Belajar tak ada akhir
e. Sering terlibat masalah keuangan

6. Menumbuhkembangkan Kewirausahaan
         Membumikan jiwa kewirausahaan di Indonesia merupakan tugas dan tanggung jawab dari pihak. Pemerintah, pengusaha, akedemisi, cendekiawan, dan semua unsure masyarakat harus bahu-membahu guna terwujudnya pemanfaatan secara optimal kekuatan dan kemampuan yang ada pada diri sendiri. Hal tersebut tentunya tanpa mengabaikan untuk memanfaatkan setiap peluang yang muncul dari sumber eksteren.
        Terdapat beberapa cara yang dapat ditempuh untuk menumbuhkembangkan kewirausahaan. Cara-cara yang sebaiknya dapat ditempuh antara lain:
1. Kewirausahaan dijadikan sebagai pelajaran atau mata kuliah wajib
2. Mengubah paradigm lama di masyarakat tentang wirausaha
3. Pemerintah sudah selayaknya untuk memberikan penghargaan kepada wirausahawan
4. Meningkatkan nilai tambah atas kekayaan alam Indonesia
5. Melakukan pemerataan pembangunan secara nyata
6. Adanya jaminan perlindungan atas usaha dan karya cipta

7. Etika Wirausaha
            Suatu kegiatan haruslah dilakukan dengan etika atau norma-norma yang berlaku di masyarakat bisnis. Etika atau norma-norma digunakan agar para pengusaha tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan dan usaha yang dijalankan memperoleh simpati dari berbagai pihak. Pada akhirnya, etika tersebut ikut membentuk pengusaha yang bersih dan dapat memajukan serta membesarkan usaha yang dijalankan dalam waktu yang relatif lebih lama.
            Dengan melaksanakan etika yang benar, akan terjadi keseimbangan hubungan antara pengusaha dengan masyarakat, pelanggan, pemerintah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Masing-masing pihak akan merasa di hargai dan dihormati. Kemudian akan ada rasa saling membutuhkan diantara mereka yang pada akhirnya menumbuhkan rasa saling percaya sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang seperti yang diinginkan.
            Pengertian etika adalah tata cara berhubungan dengan manusia lainnya. Tata cara pada masing-masing masyarakat tidaklah sama atau beragam bentuk. Hal ini disebabkan beragamnya budaya kehidupan masyarakat yang berasal dari berbagai wilayah. Tata cara ini diperlukan dalam berbagai sendi kehidupan manusia agar terbina hubungan yang harmonis, saling menghargai satu sama lainnya.
            Oleh karena itu, dalam usaha berusaha perlu ada ketentuan yang mengaturnya. Ada pun ketentuan yang diatur dalam etika wirausaha secara umum adalah sebagai berikut :
1. Sikap dan perilaku seorang pengusaha harus mengikuti norma yang berlaku dalam suatu Negara atau masyarakat.
2. Penampilan yang ditunjukkan seorang pengusaha harus selalu apik, sopan, terutama dalam menghadapi situasi atau acara-acara tertentu.
3. Cara berpakaian pengusaha juga harus sopan dan sesuai dengan tempat dan waktu yang berlaku.
4. Cara berbicara seorang pengusaha juga mencerminkan usahanya, sopan, penuh tata karma, tidak menyinggung atau mencela orang lain.
5. Gerak-gerik seorang pengusaha juga dapat menyenangkan orang lain, hindarkan gerak-gerik yang dapat mencurigakan.
          Kemudian, etika atau norma yang harus ada dalam benak dan jiwa setiap pengusaha adalah sebagai berikut :
1. Kejujuran
2. Bertanggung jawab
3. Menepati janji
4. Disiplin
5. Taat hukum
6. Suka membantu
7. Komitmen dan Menghormati
8. Mengejar prestasi

8. Tujuan Dan Manfaat Etika Wirausaha
            Etika yang diberlakukan oleh pengusaha terhadap terhadap berbagai pihak memiliki tujuan-tujuan tertentu. Tujuan etika tersebut harus sejalan dengan tujuan-tujuan perusahaan. Di samping memiliki tujuan, etika juga sangat bermanfaat bagi perusahaan apabila dilakukan secara sungguh-sungguh.
            Berikut ini beberapa tujuan etika yang selalu ingin dicapai oleh perusahaan.
1. Untuk persahabatan dan pergaulan
2.Menyenangkan orang lain
3.Membujuk pelanggan
4.Mempertahankan pelanggan
5.Membina dan menjaga hubungan

9. Sikap Dan perilaku Wirausahaan
                  Sikap dan perilaku pengusaha dan seluruh karyawannya merupakan bagian penting dalam etika wirausaha. Oleh karena itu, dalam praktiknya sikap dan perilaku yang harus ditunjukkan oleh pengusaha dan seluruh karyawan, terutama karyawan di customer service, sales, teller, dan satpam harus sesuai dengan etika yang berlaku. Sikap dan tingkah laku menunjukkan kepribadian karyawan suatu perusahaan. Sikap dan perilaku ini harus diberikan sama mutunya kepada seluruh pelanggan tanpa pandang bulu.
                  Adapun sikap dan perilaku yang harus dijalankan oleh pengusaha dan seluruh karyawan adalah sebagai berikut :
1. Jujur dalam bertindak dan bersikap
2. Rajin, tepat waktu, dan tidak pemalas
3. Selalu murah senyum
4. Lemah lembut dan ramah tamah
5. Sopan santun dan hormat
6. Selalu ceria dan pandai bergaul
7. Fleksibel dan suka menolong pelanggan
8. Serius dan memiliki rasa tanggung jawab
9. Rasa memiliki perusahaan yang tinggi.

10 . Sifat-sifat Yang Dimiliki wirausahaan
                 Seorang wirausahaan haruslah seorang yang mampu melihat ke depan. Melihat ke depan bukan melamun kosong, tetapi melihat, berfikir dengan penuh pertimbangan, perhitingan, mencari pilihan dari berbagai alternative masalah dan pemecahannya. Dari berbagai penelitian Di Amerika Serikat, untuk menjadi wirausahaan, seorang harus memiliki cirri-ciri sebagai berikut : (BN. Marbum, 1993:63).
1. Percaya Diri
2. Berorientasi Pada Tugas Dan Hasil
3. Pengambilan Resiko
4. Kepemimpinan
5. Keorisinilan
6. Berorientasi Ke Masa Depan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar